Mengenal Mikroprosesor Zilog Z80

Mikroprosesor Zilog Z80 dikembangkan oleh Zilog Inc. dan mulai dipasarkan pada tahun 1976. Z80 merupakan sebuah mikroprosesor satu chip dan dimaksudkan untuk menggantikan Intel 8080 yang memerlukan dua chip tambahan (sebuah penghasil detak sistem dan sebuah pengontrol sistem) untuk membentuk sebuah CPU yang fungsional.

Pada dasarnya Z80 memiliki semua keistimewaan (features) yang dimiliki Intel 8080, dari segi perangkat keras maupun perangkat lunak. Di samping itu, Z80 masih memiliki sejumlah keistimewaan penting lainnya yang tidak dimiliki Intel 8080. Salah satu keistimewaan Z80 ini adalah kemampuannya untuk melakukan penyegaran memori secara dinamis (dynamic memory refresh) secara otomatis. Adalah menarik untuk diketahui bahwa beberapa pendiri Zilog Inc. adalah mantan para ahli Intel Corporation yang ikut merancang Intel 8080, tetapi kemudian pindah ke Zilog Inc.

Mikroprosesor Z80 dibuat dengan menggunakan teknologi NMOS dan dikemas dalam sebuah DIP (dual inline package) dengan 40 pin. Jumlah saluran alamatnya sama dengan 16, dan jumlah saluran datanya delapan. Saluran-saluran ini tidak di-multiplexed. Mikroprosesor Z80 sudah memiliki penghasil detak (clock) sendiri dan hanya memerlukan satu tegangan catu +5 volt.

Secara garis besar dapat dikatakan bahwa jumlah register dan jumlah instruksi Z80 kira-kira dua kali Intel 8080/8085. Kumpulan instruksi Intel 8080 merupakan suatu sub kumpulan dari kumpulan instruksi Z80, artinya Z80 memiliki semua instruksi yang dimiliki Intel 8080, tetapi selain itu Z80 masih memiliki banyak instruksi lain yang tidak dimiliki Intel 8080. mikroprosesor Z80 memiliki 158 instruksi dasar, sedangkan Intel 8080 hanya 78. Karena itu bisa dikatakan bahwa Z80 upward compatible dengan Intel 8080.

Mikroprosesor Zilog Z80

Mikroprosesor Zilog Z80

 

Z80 adalah mikroprosesor yang digunakan dalam komputer pribadi Radio Shack TRS-80. Z80 bekerja dengan sinyal detak (clock) 2,5 MHz. Versi Z80A sama dengan Z80, hanya Z80A dapat bekerja dengan sinyal detak 4 MHz.

Fitur Zilog Z80

  1. Perluasan set instruksi terdiri dari 158 instruksi, termasuk 78 instruksi 8080A sebagai subsetnya (semuanya kompatibel). Instruksi baru termasuk operasi 4-, 8- dan 16-bit dengan mode pengalamatan lebih berguna seperti pengalamatan terindeks, bit, dan pengalamatan relatif.
  2. Chip tunggal. Dengan versi NMOS untuk solusi harga rendah kinerja tinggi, sementara versi CMOS untuk rancangan kinerja tinggi berdaya rendah
    • NMOS Z0840004 – 4 MHz; NMOS Z0840006 – 6,17 MHz; NMOS Z0840008 – 8 MHz.
    • CMOS Z84C0006 – DC sampai 6,17 MHz; CMOS Z84C0008 – DC sampai 8 MHz; CMOS Z84C0010 – DC sampai 10 MHz; CMOS Z84C0020 – DC sampai 20 MHz
    • Versi 6 MHz bisa beroperasi pada clock 6,144 MHz.
  3. Mikroprosesor Z80 dan keluarga periferal Z80 bisa dihubungkan dengan sebuah sistem interupsi tervektor. Sistem ini bisa dihubungkan secara daisy-chain yang mengijinkan implementasi skema interupsi terprioritas.
  4. Penggandaan kumpulan (set) register serba-guna dan flag
  5. 17 register internal termasuk dua register indeks 16-bit
  6. Tiga mode interupsi maskable
    • Mode 0 – sama dengan 8080A
    • Mode 1 – Lingkungan non-Z80, beralamat di 38H
    • Mode 2 – periferal keluarga Z80, interupsi tervektor
  7. Pencacah refresh memori dinamis dalam chip
  8. Antarmuka langsung dengan memori dinamis atau statis kecepatan standar tanpa membutuhkan logika eksternal
  9. Kinerja jauh di atas mikroprosesor chip tunggal lain dalam aplikasi 4-, 8-, atau 16-bit
  10. Semua pin kompatibel dengan level tegangan TTL (TTL Compatible).

 

Mengenal Mikroprosesor Intel Pentium

Mikroprosesor Pentium dikeluarkan oleh Intel pada tahun 1993 menggantikan mikroprosesor 486. Pentium merupakan mikroprosesor generasi baru (generasi kelima) yang menembus batas kecepatan yang sebelumnya susah untuk dilampaui oleh mikroprosesor 486.

Mikroprosesor Pentium merupakan mikroprosesor CICS (complex instruction set computer) pertama yang menggunakan arsitektur superskalar. Pentium ini berukuran 2,16 inchi persegi dan memuat transistor sebanyak 3,1 juta, jauh berbeda dengan Intel 486 yang hanya memuat 1,2 juta transistor. Jumlah pin-nya juga meningkat dari 168 pin untuk mikroprosesor 486 menjadi 273 untuk Pentium. Pin-pin ini diatur dalam suatu matriks 21 x 21 pin.

Pentium generasi awal dibuat menggunakan teknologi BiCMOS (bipolar complementary metal-oxide semiconductor)  0,8 mikron dengan tegangan 5 volt, konsumsi daya sekitar 16 watt. Teknologi BiCMOS merupakan gabungan antara teknologi CMOS murni dengan teknologi bipolar. Pada teknologi BiCMOS, fungsi-fungsi yang memerlukan kecepatan dan harus memberikan daya diimplementasikan dengan teknologi bipolar, sementara yang lain dengan teknologi CMOS. Sirkuit-sirkuit bipolar memerlukan pasokan daya yang relatif lebih tinggi. Sehingga tidak tidak mengherankan jika konsumsi dayanya cukup tinggi. Selama beroperasi, suhu kemasan chip Pentium tidak boleh melebihi suhu 85 oC. Jika perlu harus digunakan pembuang panas (heat sink).

Untuk memperoleh distribusi daya yang merata, mikroprosesor Pentium memiliki tidak kurang dari 50 pin masukan daya Vcc untuk daya dan 49 pin Vss untuk ground. Semua pin Vcc harus dihubungkan dengan suatu bidang Vcc (Vcc plane) pada papan sirkuit, dan pin-pin Vss dengan bidang Vss. Pin-pin masukan yang aktif rendah dan tidak digunakan, harus dihubungkan dengan Vcc, dan pin-pin masukan yang aktif ringgi dan tidak digunakan harus dihubungkan dengan ground. Pin-pin NC (no connection) harus dibiarkan tidak terhubung.

Intel Pentium

Intel Pentium

 

Pentium menggunakan System Mangement Mode (SMM) yang sama dengan yang digunakan 486SL, yang memungkinkan penggunaan daya rendah. SMM diaktifkan pada tingkat sistem operasi oleh system management interrupt (SMI).

Peningkatan Kinerja

Pentium menggunakan bus alamat internal sama dengan 486, yaitu 32-bit. Namun untuk bus data eksternalnya menggunakan jalur yang lebih lebar yaitu 64-bit. Dengan demikian Pentium dapat menangani data antara mikroprosesor itu sendiri dengan memorii dua kali lebih banyak daripada 486.

Penyebab lain mikroprosesor Pentium dua kali lebih cepat daripada 486 adalah mikroprosesor Pentium memiliki dua pipeline dan dua jenis cache. Mikroprosesor konvensional tidak memiliki pipeline dan cache ganda.

Sebenarnya konsep pipeline di dunia komputer stasiun kerja sudah ridak asing lagi. Mikorprosesor RISC menggunakan pipeline untuk meningkatkan kinerjanya. Pipeline pada dasarnya merupakan jalur perakitan hardware yang mempercepat pengolahan instruksi lewat lima tahap: Prefetch, Instruction Decode, Address Generate, Execute, dan Write Back. Dengan menyertakan pipeline pada mikroprosesor 486 maka pengolahan satu instruksi dapat dilakukan dalam satu clock.

Dengan cara yang sama, mikroprosesor Pentium yang memiliki pipeline ganda dapat melakukan pengolahan dua instruksi sekaligus per clock. Hasil dari struktur pipeline ganda ini adalah desain superskalar. Namun pipeline tidak dapat bekerja sendirian. Pipeline memerlukan cache internal yang secara konstan dapat menyediakan data. Mikroprosesor Pentium menyediakan dua buah cache, yaitu cache untuk data 8K dan untuk instruksi 8K. Setiap cache dapat berkomunikasi ke dua pipeline pada satu saat pada satu siklus clock.

Komponen lainnya yang penting pada sebuah mikroprosesor adalah FPU (Floating Point Unit) FPU ini merupakan sebuah hardware dalam mikroprosesor yang dengan cepat melaksanakan perhitungan bilangan non-integer. Antara lain perhitungan ini digunakan untuk menggambarkan letak posisi sebuah titik pada gambar CAD 3D. Aplikasi lain yang membutuhkan FPU adalah grafik vektor, analisa statistik, multimedia dan sebagainya.

Intel mengambil FPU yang ada pada 486 dan kemudian merancang ulang. Peningkatan FPU yang menonjol pada mikroprosesor Pentium adalah pipeline yang berhubungan dengan FPU tersebut. Pipeline FPU membuat mikroprosesor Pentium 5 – 10 kali lebih cepat daripada FPU 486.

Perbandingan mikroprosesor Intel 486 dengan Intel Pentium

Perbandingan mikroprosesor Intel 486 dengan Intel Pentium

Dengan kinerja dan kecepatan yang lebih tinggi, pada saat beroperasi mikroprosesor Pentium menimbulkan panas yang tinggi. Sehingga dengan demikian pada mikroprosesor harus dipasang pendingin.

(Dicutat dari ciburuan.wordpress.com)

Wiiih, Akhirnya Kesampaian Juga Mencicipi BBM di Android

Setelah menunggu cukup lama akhirnya BBM for Android/iOS dirilis juga oleh Blackberry. Penantian untuk bisa mencoba aplikasi BBM di Android kesampaian juga. Bagaimana tidak, setelah terkatung-katung dari jauh-jauh hari dengan penantian yang tidak jelas, BBM bisa diinstal di platform Android. Walau sifatnya masih ngantri, setidaknya yang sudah lolos antrian bisa menggunakan aplikasi BBM secara cuma-cuma.

Aplikasi BBM untuk platform Android

Aplikasi BBM untuk platform Android

Jika sebelumnya, aplikasi perpesanan BBM itu eksklusif sekarang tidak lagi. Ya…, untuk sementara waktu mungkin. Jika dulu BBM itu hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang memiliki handset Blackberry, dan tidak semua orang mampu membeli handsetnya, sekarang aplikasi BBM tidak eksklusif lagi. Dengan bermodalkan handset Android bersistem operasi Android versi 4.0 ke atas dan koneksi internet tanpa kabel (GSM), setiap orang bisa menikmati komunikasi BBM.

Untuk sementara (bisa disebut untuk sementara, karena entah untuk ke depannya), penggunaan BBM di Android sangat berbeda dengan BBM di handset Blackberry normal. Aplikasi BBM di Android tidak perlu berlangganan BBM. Yang diperlukan adalah koneksi internet. Jadi tidak diperlukan biaya tambahan selain biaya koneksi internet. Berbeda dengan BBM di Blackberry yang mengharuskan biaya langganan perbulan atau tahunan (ada juga yang harian).

Enak juga ya menggunakan BBM di Android….

Tapi, tunggu dulu. Mungkin saja ini hanya sebagai perkenalan saja. Untuk awalnya bisa jadi dibebaskan untuk mencoba bagaimana rasanya menggunakan aplikasi BBM. Mungkin ke depannya, sebagaimana BBM di handset Blackberry yang mengharuskan berlangganan, BBM di Android juga dimungkinkan untuk berlangganan (berbayar). Jika tidak, handset Blackberry yang selama ini terjual tidak akan ada artinya. Lebih baik pindah ke platform Android daripada menggunakan handset Blackberry asli jika hanya menginginkan aplikasi perpesanan BBM. Dan dengan berlangganan, Blackberry memiliki pemasukkan untuk menjaga keberlangsungan server BBM-nya. Jangan sampai seperti kasus-kasus sebelumnya, aplikasi BBM tidak bisa mengirim pesan BBM gara-gara server-nya down.

Namun, jika penggunaan aplikasi BBM di Android diharuskan berlangganan, mungkin tidak semua orang akan menggunakannya. Karena di Android masih banyak aplikasi perpesanan yang hampir memiliki kemampuan setara dengan BBM yang sifatnya gratis. Hanya orang-orang tertentu saja yang berlangganan.

Kaputusan ke depannya, berada di tangan Blackberry sendiri. Kita tunggu sajaa lah….

Mengenal Sistem Input/Output PC/104

PC/104 (atau PC104) merupakan sebuah standar komputer embedded yang dikontrol oleh PC/104 Consortium yang mendefinisikan ukuran bentuk dan bus komputer. PC/104 dimaksudkan untuk lingkungan komputasi embedded dimana aplikasi teragntung pada akuisisi data yang dapat dipercaya meskipun seringkali dalam lingkungan yang ekstrim. Spesifikasi ukuran bentuk seringkali langsung dibeli oleh vendor COTS, yang mungkin akan menguntungkan bagi pengguna yang ingin mengkostumisasi sistem rugged, tanpa perlu merancang dan menyusun berbulan-bulan.

Tidak seperti bentuk ukuran ATX yang populer yang memanfaatkan bus PCI dan sedang digunakan kebanyakan PC, bentuk ukuran (form factor) PC/104 tidak memiliki backplane, dan sebagai penggantinya mengijinkan modul ditumpuk bersama-sama seperti blok bangunan. Penumpukan bus secara alamiah lebih rugged daripada PC biasa. Hal ini sebagai hasil dari lubang pemuatan di sudut tiap modul yang mengijinkan papan untuk lebih cepat dipasangkan.

Ukuran papan (board) standar sesuai dengan ukuran 3,55 × 3,775 inchi (90,17 × 95,89 mm), sementara tingginya tergantung batas konektor. Tinggi daerah pembatas menjamin modul-modul tidak akan bersinggungan. Vendor seringkali mengikuti pembatasan rancangan untuk menjamin penumpukan modul yang sesuai, walaupun itu bukanlah keumuman untuk menemukan papan yang mengabaikan kebutuhan ukuran bentuk.

Sementara sistem umumnya (juga diasukan sebagai tumpukan) termasuk motherboard, konverter analog ke digital, dan modul I/O (akuisisi data) digital, periferal yang lain ditemukan di pasaran seperti penerima GPS, pengontrol IEEE 802.11, dan pengontrol USB.

Sebuah komputer papan tunggal PCI-104

Sebuah komputer papan tunggal PCI-104

Ukuran Bentuk

PC/104

Bus komputer PC/104 (pertama kali dirilis pada tahun 1992) menggunakan 104 pin. Pin-pin tersebut termasuk semua jalur normal yang digunakan dalam bus ISA, dengan penambahan pin ground untuk menjamim integritas bus. Pewaktuan sinyal dan level tegangan sama dengan bus ISA, dengan kebutuhan arus yang lebih rendah.

PC/104-Plus
Ukuran bentuk PC/104-Plus menambahkan dukungan bus PCI, sebagai tambahan ke bus ISA dari standar PC/104. Namanya diturunkan dari aslinya: modul PC/104-Plus merupakan yang memiliki konektor PC/104 (ISA) ditambahn konektor PCI. Salah satu rancangan yang memperhatikan PC/104-Plus tersedia papan real estate, yang banyak digunakan oleh konektor bus.

PCI-104

Ukuran bentuk PCI-104 hanya menyertakan konektor PCI (dengan menghilangkan konektor ISA), in an effort to increase the available board real estate. The vast majority of boards still use only the ISA-based PC/104, and are thus incompatible with PCI-104.

Stack

Sistem yang tersusun dari modul PC/104, PC/104-Plus, atau PCI-104 kadang ditunjukkan sebagai “stack”. Walaupun banyak tumpukan termasuk modul yang semuanya memiliki bentuk ukuran yang sama, itu tidak umum menemukan modul PC/104 ditumpuk dengan modul PC/104-Plus.

Tiap tumpukan harus mengandung sekurangnya satu buah motherboard atau CPU, yang berperan sebagai pengontrol untuk komponen periferal. Motherboard seringkali diacukan sebagai sebuah komputer papan tunggal (single board computer (SBC)), untuknya seringkali memiliki antarmuka bagi semua komponen PC standar (seperti keyboard, mouse, port serial, dan sebagainya). Pengontrol ini harus mendukung pensinyalan bus yang digunakan dalam semua modul yang ditambahkan. Itu mungkin, bagaimanapun, bahwa sebuah kartu periferal melakukan fungsi dia sendiri tanpa memerlukan motherboard terpisah untuk mengontrolnya.

Tidak ada batasan jumlah kartu PC/104 yang bisa ada dalam sebuah sistem. Bagaimanapun, lebih banyak modul yang ditambahkan, semakin tinggi tumpukan, dan keperluan pensinyalan mungkin tidak terpelihara. Sebuah tumpukan PC/104 biasa akan memiliki pengontrol motherboard yang juga PC/104. Karrtu periferal PC/104 bisa tetap di salah satu sisi mikroprosesor.

Tumpukan yang memiliki modul PC/104-Plus harus dikontrol oleh pengontrol motherboard PC/104-Plus. Dengan tidak menambahkan pengontrol PC/104-Plus, jumlah kartu periferal PC/104-Plus dalam tumpukan tidak melebihi empat modul terpisah. Hal ini karena spesifikasi PCI, yang mengijinkan empat komponen PCI dalam sebuah sistem. (Lebih banyak divais PCI mungkin ditambahkan jika divais jembatan digunakan.) Aturan yang sama diterapkan ke tumpukan PCI-104.

Ketika konektor bus PCI digunakan (PC/104-Plus or PCI-104 modules), semua modul PC/104-Plus periferal harus menghubungkan secara konsekutif di satu sisi pengontrol karena kebutuhan pensinyalan bus PCI. Tiap kartu dengan bus PCI hendaknya menyertakan mekanisme untuk menandai posisi ke referensi pengontrol. Catat bahwa hal ini tidak perlu untuk backplane motherboard tradisional, karena kartu “mengetahui” dimana slotnya berada. Sebuah sistem PC/104-Plus atau PCI-104 mungkin juga memiliki kartu PC/104, yang mungkin ditempatkan di salah satu sisi CPU jauh dari kartu PC/104-Plus (sehingga bus PCI tidak jelek).

Penyimpanan populer

Sistem PC/104 yang kecil dan rugged seringkali memerlukan divais penyimpanan yang kecil. Divais penyimpanan populer termasuk  Compact Flash sebaik divais solid state disk (SSD). Media ini seringkali lebih populer daripada hard drive mekanis, yang lebih besar, dan lebih mudah rusak dalam lingkungan yang keras.

Perkembangan

-

(Sumber tulisan ciburuan.wordpress.com)

 

Mengenal Mikroprosesor IDT WinChip C6

Mikroprosesor WinChip pertama kali diluncurkan pada pertengahan tahun 1997, dan mendapatkan sambutan yang cukup bagus dari pemakai PC, khususnya pemakai sistem operasi Microsoft Windows.

Di pasaran, WinChip ditargetkan untuk menggoyang posisi Pentium MMX karena mikroprosesor ini memiliki kinerja yang sama dengan mikroprosesor Pentium MMX pada tingkat kecepatan dan integer yang sama. Dan mikroprosesor WinChip C6 akan memasuki segmen pasar dengan harga murah. Satu segmen dengan mikroprosesor AMD K6 dan IBM/Cyrix 6x86MX.

Namun IDT sebagai perusahaan yang mengeluarkan mikroprosesor ini tidak menyangkal bahwa floatiung point WinCHip tidak lebih cepat dari Intel Pentium MMX. Beberapa kelebihan mikroprosesor WinChip C6 adalahukuran mikroprosesor ini sama kecilnya dengan mikroprosesor Intel Pentium MMX, hanya butuh sedikit energi dan telah memasang kecepatan clock sampai 400 MHz.

Secara arsitektur, mikroprosesor WinChip C6 sedikit berbeda dengan arsitektur mikroprosesor pesaing lainnya, seperti AMD K6 dan IBM/Cyrix 6x86MX. Dalam mikroprosesor ini tidak terdapat register renaming dan out of order execution, namun menyertakan cache L1 yang telah dirakit sedemikian rupa. Tujuannya adalah untuk menyaingi kinerja Intel Pentium MMX.

Prosesor WinChip C6

Prosesor WinChip C6

Hal yang mengesankan dari mikroprosesor WinChip C6 adalah konsumsi dayanya yang hanya membutuhkan daya 10 watt dengan tegangan 3,52 volt. Ini berarti lebih rendah dibanding mikroprosesor lainnya. Hal lainnya yang juga mengesankan adalah mikroprosesor WinChip tidak membutuhkan BIOS khusus, sehingga dapat menggunakan BIOS yang sudah ada.

Secara fisik, mikroprosesor WinChip C6 memiliki pin sebanyak 296 pin, dan dikemas dalam kemasan CPGA (Ceramic Package Grid Array). Mikroprosesor ini memiliki transistor sebanyal 5,4 juta buah dan dirakit menggunakan teknologi 0,35 mikron dan teknologi 4-layer metal CMOS. Dalam motherboard, mikroprosesor ini dipasang menggunakan soket 7.

Arsitektur

Mikroprosesor WinChip C6 menggunakan konsep desain yang unik yang kembali ke prinsip dasar dari RISC. Desain ini ditujukan untuk mengoptimalkan mikroprosesor untuk instruksi-instruksi sederhana yang sering digunakan dan meningkatkan frekuensi clock (MHz) secara keseluruhan. Kinerja memori juga ditingkatkan dengan menggunakan cache dalam chip mikroprosesor yang berukuran besar. Untuk mengurangi penggunaan bus, maka digunakan algoritma TL (translation look-aside buffer).

Untuk meningkatkan kinerja WinChip C6 dalam hal integer, maka ditambahkan branch prediction dan melipatgandakan unit floating point. WinChip C6 memiliki dua unit MMX termasuk 53 instruksi baru untuk meningkatkan kinerja grafik tida dimensi (3D). Fasilitas ini memungkinkan WinChip C6 untuk memiliki kinerja MMX dan grafik 3D yang lebih baik.

Pada dasarnya desain internal WinChip C6 adalah eksekusi inti pipeline lima tingkatan yang relatif sederhana dengan tambahan instruksi translation stage. Tambahan instruksi ini mengubah instruksi x86 yang datang dari fetch stage menjadi bentuk internal micro-instruction. Mengubah bentuk instruksi x86 sinkron dengan eksekusi pipeline internal.

I Cache

I-Cache memiliki ukuran 32 kByte yang disusun menjadi two-way set dan menggunakan algoritma LRU replacement. Cache ini memiliki waktu akses 1 clock dan beroperasi pada frekuensi yang tinggi sesuai dengan frekuensi mikroprosesor WinCHip C6. Sebagai tambahan, logika kontrol dari I-Cache menyertakan beberapa hal baru yang meminimalkan cache yang tidak valid dan pengambilan data dari bus yang tidak diperlukan.

Bagian Translator

I-Cache atau bus mengantarkan 16 atau 8 byte tiap clock ke buffer instruksi x86 ke bagian translator (translator unit). Bagian translator akan mengubah instruksi x86 menjadi instruksi internal. Dengan menganggap bahwa instruksi-instruksi dalam buffer instruksi ada pada awal siklus, maka translator akan mengubah seluruh instruksi x86 dalam satu siklus clock. Prefiks (awalan) dari instrukssi membutuhkan tambahan kerja dari translator untuk tiap prefiks, tambahan ini akan menyebabkan celah pada execution pipeline.

  • Keluaran yang dihasilkan dari bagian translator ini adalah
  • Instruksi mikro internal untuk melakukan instruksi x86
  • Data field dari instruksi x86
  • Berbagai informasi pelengkap untuk instruksi x86 untuk mengontrol eksekusi, seperti ukuran operand, dan sebagainya.

Bagian Eksekusi

Instruksi mikro internal yang dihasilkan bagian translator dieksekusi dengan struktur empat tingkatan pipeline yang mirip dengan dasar pipeline RISC, yaitu

  • Decode Stage. Pada tingkatan ini instruksi mikro didekodekan, register diakses, resources dievaluasi, dan semacamnya.
  • Addressing Stage. Pada tingkatan ini alamat memori dihitung dan dikirim ke unit cache. WinChip C6 mampu menghitung alamat memori sebagian besar instruksi x86 dalam satu clock.
  • Executing Stage. Operasi di ALU dan akses terhadap D-Cache dilaksanakan. Semua fungsi-fungsi di ALU memerlukan satu clock kecuali fungsi untuk mengalikan dan membagi.
  • Write-back Stage. Pada tingkatan ini hasil dari operasi dimasukkan ke dalam register dan data ditulis ke D-Cache atau buffer penulisan eksternal.

D-Cache

Struktur D-Cache mirip dengan struktur I-Cache, memiliki ukuran 32 kByte yang disusun menjadi two-way set dan menggunakan algoritma LRU replacement. Cache ini memiliki waktu akses 1 clock dan beroperasi pada frekuensi yang tinggi sesuai dengan frekuensi mikroprosesor WinChip C6.

Bagian Floating Point

Sebagai tambahan terhadap bagian eksekusi integer standar, WinChip C6 memiliki bagian eksekusi floating point 80-bit yang dapat menjalankan instruksi floating point paralel dengan instruksi integer. Bagian floating point didesain untuk memaksimalkan frekuensi clock dan meminimalkan ukuran chip. Beberapa instruksi floating point dibuat pipeline secara terpisah.

Mikroprosesor WinChip C6 mampu menjalankan satu instruksi per clock untuk sebagian besar instruksi integer dan sebagian besar instruksi floating point secara paralel.

Bagian Instruksi MMX

Mikroprosesor WinChip C6 memiliki bagian eksekusi yang terpisah untuk instruksi-instruksi MMX. Register MMX sama seperti register floating point, kecuali bagian eksekusi MMX memiliki adder (penjumlah), multiplier (pengali) dan shifter (penggeser) sendiri, terpisah dari floating point.

(Sumber tulisan dan gambar ciburuan.wordpress.com)

 

Smartphone R819 dari Oppo

Beberapa hari yang lalu, Oppo memperkenalkan smartphone terbarunya yang dinamai Oppo R819. Smartphone yang menyajikan kenyamanan tanpa kompromi ini diperkenalkan di Shenzhen pada tanggal 19 Agustus. Salahsatu keunggulan smartphone ini adalah bentuknya yang tipis (dengan ketebalan 7,8 mm) dan ringan dengan berat 110 gram. Walau demikian, smartphone ini dibekali dengan layar yang tajam (kerapatan piksel yang tinggi), kekuatan baterai yang mumpuni dan kamere dengan apertur yang lebar.

Smartphone Oppo R819

Smartphone Oppo R819

Smartphone Oppo R819 dibekali dengan layar IPS berukuran 4,7 inci. Layar ini memiliki kemampuan sudut pandang yang menakjubkan dan menyediakan ruang yang luas untuk diisi berbagai konten. Bagian luarnya dibungkus dengan bingkai tipis berbentuk kurva dan beraksen metalik yang stylis, sehingga memudahkan pemakainya dalam memegang dan mengoperasikan smartphone ini. Walaupun bentuknya yang tipis, namun fungsionalitasnya tidak berkurang.

Penggunaan smartphone ini cukup sederhana. Untuk mengaktifkannya cukup menggunakan gerakan. Begit juga dengan menjawab panggilan atau mematikan suara smartphone ini, cukup menggunakan sedikit gerakan. Tampilan layarnya bisa ditampilkan di layar televisi, tabket atau perangkat lainnya menggunakan sambungan tanpa kabel WiFi display atau DLNA. Dengan kapasitas baterai 2000 mAh, smartphone ini bisa digunakan cukup lama dalam satu kali pengisian.

Dukungan kartu SIM-nya, terdapat dua slot kartu. Sehingga bisa menggunakan dua nomor telepon berbeda dalam satu perangkat.

Kemampuan kameranya bisa diandalkan. Smartphone R819 dibekali kamera belakang dengan apertur f/2.0 dengan resolusi 8 MP. Kameranya menggunakan sensor Sony Exmor BSI yang bagus untuk menangkap gambar dalam kondisi kurang cahaya. Kemampuan ini ditambah dengan adanya prosesor pengolahan gambar khusus yang sangat membantu memperbaiki warna dari gambar yang ditangkap sehingga lebih nyata. Sementara kamera depannya memiliki sudut pandang sampai 88 derajat untuk menangkap gambar lebih luas.

Untuk menunjang kemampuan smartphone R819 ini, Oppo menyediakan sistem operasi Android dalam bentuk ROM yang asli dan Color ROM. Sehingga pengguna smartphone ini bisa bebas memilih apakah ingin menggunakan ROM yang asli atau ROM hasil racikan penggemar Oppo. Namun untuk Color ROM belum tersedia saat ini.

Oppo R819

Oppo R819

Untuk pemesanan smartphone Oppo R819, barus tersedia pre-ordernya. Untuk perangkat, akan tersedia pada bulan September.

Spesifikasi Smartphone Oppo R819 adalah sebagai berikut:

  • Jaringan: GSM: 850/900/1800/1900MHz; WCDMA: 850/900/2100MHz
  • Prosesor: Empat core MT6589 dengan frekuensi kerja 1.2GHz dan proses pabrikasi 28 nm
  • Layar: 4,7 inci 720p HD IPS dengan kerapatan 312 PPI (1280×720 piksel)
  • Memori: 16GB ROM, 1GB RAM
  • Kamera: belakang 8 MP Sony Exmor BSI dilengkapi LED flash dan ISP khusus; depan 2 MP
  • Konektivitas: 800.11 b/g/n Wi-Fi
  • Fitur: Android 4.2.1 (Jellybean), Wi-Fi Display, DLNA, FM Radio, SIM ganda
  • Baterai: 2000mAh

(Sumber informasi: Oppo)

 

 

i’m Watch, Smartwatch Android dengan Bluetooth

Smartwatch i’m Watch

Smartwatch i’m Watch

Sebuah perangkat komputasi bergerak yang bisa dikenakan di tubuh dibuat oleh perusahaan asal Italia, i’m SpA. Produk yang dinamakan i’m Watch ini berupa jam tangan pintar (Smartwatch). Sebagaimana jam tangan pintar buatan perusahaan lainnya seperti Sony, i’m Watch dilengkapi dengan berbagai fitur menarik. Sehingga walaupun bentuknya jam tangan, namun kemampuannya bukan hanya sebagai penunjuk waktu saja.

Dengan membidik pasar dari kalangan orang-orang yang giat dan dinamis yang disukai dikelilingi dengan hal-hal yang indah, i’m Watch cocok digunakan sebagai pelengkap. Dengan mengunakan i’m Watch, penggunaan smartphone yang asalnya agak ribet menjadi lebih mudah. Mengakses smartphone menjadi lebih gampang dan sederhana. Karena untuk mengaksesnya tidak perlu menggenggam dan mengambil smartphone, namun tinggal mengakses jam tangan ini yang diletakkan di pergelangan tangan. Mudah bukan?

Berbagai fitur yang menyerupai smartphone ditanamkan di dalam i’m Watch ini. Jam tangan pintar ini dilengkapi dengan Bluetooth dan juga WiFi dengan kemampuan tethering yang bisa disambungkan dengan smartphone. Dengan kemampuannya yang bisa terhubung dengan smartphone, i’m Watch ini bisa digunakan untuk melakukan panggilan dan membaca/mengirim pesan (SMS), mengatur e-mail, dan juga mengatur jadwal pertemuan.

Dengan tidak membuka smartphone, pengguna i’m Watch bisa menerima panggilan dan melihat siapa yang memanggilnya. Begitu juga dengan melakukan panggilan. Masukkan nomor yang dituju atau cari di dalam buku alamat, kemudian panggil. Jadi tidak perlu susah-susah membuka smartphone. Untuk menolak panggilan yang masuk, tinggal getarkan atau goyangkan saja jam tangan ini.

Begitu juga dengan membaca dan mengirim pesan (SMS), tinggal membukanya di jam tangan ini. Mengelola e-mail juga begitu mudah, di manapun berada. Mengenai pengaturan jadwal, bukan hanya seperti kalendar biasa, namun berupa sistem manajemen yang lengkap yang menggabungkan jadwal kegiatan serta janji yang disinkronisasi dengan jadwal penggunanya.

Selain memiliki fitur-fitur tersebut, ditambah juga dengan fitur lainnya seperti memainkan musik, berinteraksi melalui jejaring sosial, termasuk adanya berbagai warna (style) dan bahan dasar yang berbeda-beda. i’m Watch dilengkapi dengan konektor headphone 3,5 inci, mikropon dan speaker. Dengan fasilitas ini, i’m Watch bisa digunakan sebagai pemutar musik portabel. Berkaitan dengan jejaring sosial, i’m Watch juga bisa digunakan untuk berinteraksi dengan jejaring sosial seperti facebook, instagram dan twitter. i’m Watch menyediakan notifikasi semua update yang diterima tanpa harus mengakses smartphone. Kemampuan lainnya adalah berkaitan dengan bidang olahraga dan fitnes. i’m Watch bisa digunakan sebagai alat bantu memonitor detak jantung.

Kemudian pembuatan i’m Watch juga benar-benar menggunakan teknologi Italia yang mengedepankan inovasi dan kombinasi sempurna sehingga menjadi sebuah karya yang unik. Bahan pembuatannya juga menggunakan material berkualitas tinggi dan standar manufaktur yang hebat menyebabkan im’ Watch menjadi perangkat yang nyaman dipakai, berkualitas serta enak dipandang dan dipakai. Ada tiga jenis bahan yang digunakan: bahan alumunium yang berbeda-beda warnanya yang menandakan yang muda dan dinamis; titanium yang tahan lama dan stylis; serta permata berwarna emas atau perak yang menunjukkan elegan dan eksklusif.

 

 

Untuk mengendalikan Smartwatch ini, di dalamnya ditanami dengan sistem operasi Droid 2. Sistem operasi yang merupakan turunan Android dengan kostumisasi. Walau memiliki kemampuan untuk berkomunikasi melalui jaringan seluler, i’m Watch tidak bisa berdiri sendiri. Harus menggunakan smartphone untuk bisa tersambung dengan jaringan seluler, yang dihubungkan melalui Bluetooth tethering.

Menurut informasi yang disediakan di situsnya, Smartwatch ini dijual dengan harga mulai Rp 3.749.900,00. Dan ketika diakses pada 7 Agustus, harganya mendapat diskon menjadi Rp 3.199.990,00. Cara pembeliannya melalui pembelian online langsung ke situsnya.

Untuk spesifikasi sebagai berikut:

  • Memori: ROM Flash 4 GB, RAM 128 MB
  • Prosesor: IMX233
  • Layar: 1,54 inci TFT, dengan resolusi 240×240 piksel (220 ppi)
  • Sistem operasi: i’m Droid 2 (Android dikostumisasi)
  • Daya: baterai Li-Po 450 mAh, waktu siaga tanpa koneksi Bluetooth sampai 48 jam, dengan koneksi Bluetooth sampai 24 jam, pemakaian normal sampai 5 jam
  • Kompatibilitas dengan smartphone (untuk koneksi internet menggunakan Bluetooth tethering): Android 4.0+, iOS® 4+, Blackberry 10+ (tanpa display SMS)
  • Jenis musik: MP3
  • Sensor: Magnetometer, Accelerometer

(Sumber: imsmart)